Drumming and Drugs

Masalah fisik dan mental akibat dari penggunaan obat-obatan yang sudah cukup banyak diberitakan. Tujuan saya di sini adalah untuk menemukan apa pengaruhnya terhadap kemampuan drummer. Ada beberapa hal yang ingin saya beritahukan kepada Anda, saya mengetahui dari pengalaman pribadi saya dan mengamati murid dan rekan drummer saya selama lebih dari 40 tahun. Ketika saya mengatakan “drugs” itu termasuk minuman beralkohol yang dapat menimbulkan efek samping ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku.

 

Bagian dari skill ritme pada drummer adalah mental “time sense” dan hal ini merupakan kemampuan alami terpenting yang dimiliki drummer. Time sense adalah kemampuan drummer untuk merasakan ketukan antara beat dan pusat beat itu berada. Di bawah pengaruh obat-obatan kemampuan itu akan hancur. Kestabilan alami menjadi tidak seimbang.

Sisa efek dari penggunaan obat-obatan akan mempengaruhi efek time sense.


Jika ada murid yang menggunakan obat-obatan atau jika ada yang pernah punya riwayat menggunakan obat-obatan, saya mampu mengamati konsekwensinya setelah beberapa pelajaran. Hal pertama yang terlihat adalah dalam hal kestabilan.


Saya telah mengajari murid saya mengenai dasar tempo dan setelah tiga atau empat pelajaran mereka bisa menjaga kestabilan pattern pada drum. Ingat, hal ini tidak rumit atau teknis tapi butuh kestabilan.


Di sisi lain, saya telah mengajarkan beberapa konsep untuk remaja dan orang dewasa pada level pemula. Secara harfiah membuat para murid selama berbulan-bulan mampu melakukan apa yang dilakukan anak-anak dalam beberapa minggu saja karena penggunaan obat-obatan ketika mempelajari instrumen.


Saya telah meminta murid-murid ini berhenti menggunakan obat-obatan ketika belajar dan berlatih, agar time sense alami mereka terjaga. Beberapa tidak menghiraukan saran saya dan tidak ada pilihan lain selain berhenti mengajar para murid tersebut karena akan sia-sia jika dilanjutkan.


Ketika saya mengajar murid tingkat menengah dan lanjutan yang menggunakan obat-obatan, beberapa dari mereka berjuang untuk memfokuskan konsentrasi dengan benar ke pusat beat ketika menggunakan metronome. Dengan beberapa murid ini, ada keraguan dalam diri mereka untuk mengikuti ketukan metronome. Hal ini sebagai akibat penggunaan narkoba dan mereka menjadi tidak berani. Maaf, dapat dikatakan beberapa murid berbakat ini menyerah dalam bermain drum.


Saya telah mengikuti karir beberapa drummer hebat yang saya tahu menjadi pengguna atau mantan pengguna obat-obatan. Saya menanyakan, bagaimana mereka mampu perform dengan kemampuan terbaik ketika mereka sedang menggunakan atau masih dalam pengaruh obat-obatan seperti ganja, kokane, heron, LSD, dll. terkadang dikombinasikan.


Saya mengetahui salah satu drummer yang hampir tidak bisa berdiri saat sesi rekaman karena pengaruh menggunakan obat pada malam sebelumnya. Hebatnya, tepat setelah count off, dia mampu memfokuskan dirinya secara mental dan menyelesaikan seluruh sesi. Dia berbalik, bermain sangat fenomenal. Albumnya masuk menjadi salah satu album terbaik untuk permainan drum yang pernah direkam. Tidak, saya tidak akan mengatakan siapa itu.


Dalam penelitian saya terhadap yang lain dan dalam dirinya, saya menemukan penyebabnya. Semua drummer ini mengembangkan natural time sense mereka di usia muda dan telah dilakukan dengan latihan selama berjam-jam dan bermain. Sebelum mereka mulai menggunakan obat-obatan dalam kehidupan mereka.


Untuk beberapa hal, kemampuan mental mereka dengan ketukan menjadi begitu kuat dan mereka bisa mengatasi efek mental dan fisik pada obat-obatan. Namun, ini tidak berakhir selamanya.


Selama bertahun-tahun, saya terus mengamati drummer tersebut. Permainan mereka menjadi kurang tepat dan solid. Mereka mulai dengan ketukan lebih keras dan lebih keras lagi seolah-olah mereka mengalami masalah untuk merasakan ketukan karena mereka bermain dengan menggunakan obat-obatan. Mereka menjadi sia-sia tidak seperti waktu di awal karir mereka. Selain itu, teknik mereka tidak dijalankan dengan sempurna atau teknik yang digunakan masih kurang. Reaksi mereka juga mulai melambat dan kemunduran teknis terus terjadi.


Mereka mulai terlihat tidak sehat dan banyak terjadi masalah fisik yang berhubungan dengan penyalahgunaan obat-obatan. Beberapa meninggal secara perlahan seperti kasus pada beberapa artis paling berbakat. kejadian ini sangat banyak dan merupakan sebuah kerugian besar.


Pada suatu saat, drummer akan dihadapkan pada pilihan menggunakan obat-obatan atau tidak dan hal ini biasanya muncul di awal kehidupan seseorang.


Tampaknya cukup mudah memberi saran “just say no”. Pada kenyataannya, jika seseorang bisa melakukan itu, ini merupakan pilihan terbaik. Sayangnya, tidak semua orang secara emosional cukup kuat untuk memilih dengan bijak dan tekanan yang kuat dari teman.


Bakat musik tidak sebanding dengan obat-obatan. Semakin Anda mampu mengendalikannya, semakin banyak Anda menyentuh orang lainnya dengan musik. Hal ini membawa kegembiraan bagi pendengar dan kepuasan artis.


Pada akhirnya, penggunaan obat-obatan membawa kesedihan dan merusak mimpi setiap orang.

 

Ditulis oleh Tom Mendola

Diterjemahkan oleh Okvi